Mengobati Luka
Kutemukan seseorang di awal Desember tahun 2023 tepat nya tanggal 1 Desember 2023. Dengan sapaan shalih nya dia menyapa ku dan kujawab salam nya dengan hati terbuka. Singkat cerita kami selalu intens komunikasi dua arah. Dia juga selalu meyakinkan bahwa tekat nya asli tanpa pamrih pada hati yang sepi ini. Dia juga selalu bercerita bobrok nya dia dimasa lalu nya, susah sedih nya dalam hidupnya yang merawat sang ibunda yang sedang lara. Aku tak luput juga selalu mensupport dia dengan sepenuh hati dengan ke ikhlasan yang tiada henti. Kita sampai berangan-angan ketika nikah nanti punya anak dengan sebutan adam jika anak pertama kita seorang laki-laki dan apabila kembar laki diberi nama adam dan alif wah bullshit sekali ☺. Di hari raya kemarin dia sudah berandai-andai berkata pada orang tuaku tentang ikatan yang serius dihari nanti, dan aku juga sudah dibawa ke keluarga nya hingga dua kali. Ahh nampaknya itu sebuah taktik agar diriku tenggelam di dalam hati. Pertengahan 2024 nampak nya ada teman baru kerjamya dan aku juga tahu siapa dia. Ternyata janji yang ku anggap suci lama-lama ternodai dengan permainan licik dibelakang hati. Mereka berdua menjalin komunikasi sehingga aku terbuang dan terpental pasti. Mengelak pun sudah pasti karena sudah tertangkap basah oleh mata hati. Kini mereka akan mengikat janji suci dan mendapat dukungan lebih dari orang-orang sekitarnya yang menganggap diriku tiada arti. Melempar bolak-balik kan fakta adalah hobi nya yang dia sukai. Aku hanya terdiam hingga kini. Aku hanya punya satu obat yaitu sang Maha Kasih. Terimakasih ya.. Sudah menorehkan luka di hati, anggap saja hubungan kita hanya sebatas kenal saja seperti cerita mu untuk mengelabuhi diri orang-orang yang hatinya suci. Ya.. Memang aku hanya seorang perempuan sederhana mobil pun aku tak punya. Ku hidupi diriku dengan sekeras tenaga hingga malam menjelang. Ya setidak nya dalam hubungan kemaren aku tak sedikit pun merepoti? Aku selalu jalan sendiri, aku apa-apa bisa sendiri. Selamat sekarang hidup mu nyaman tolong dijaga ikatan baru mu kini. Jangan jadi problematik seperti kataku dulu. Dulu dirimu berkata padaku menolak seorang perempuan dengan mahar yang besar karena ideologi mu. Sekarang kau dapat kan segalanya juga dengan ideologi yang kau selalu ucap kepadaku "harta bisa dicari, ngapain aku nyari seperti itu" Wah wah wah.. Udah ya.. Kisah sudah selesai kuanggap ini angin lalu...
.
(Diambil dari kisah nyata seseorang)

Komentar
Posting Komentar